Dinar Chart

GOLD CHART

Harga Dinar


THINK DINAR



THINK DINAR

Think Dinar! Muslim Kaya Hari Ini, Super Kaya di Masa Depan

Penulis        : Endy J. Kurniawan
Penerbit      : Asma Nadia Publishing House



Percayakah
biaya haji turun setiap tahun?
biaya sekolah semakin murah?
biaya hidup semakin rendah?
Jika anda berpikir DINAR!
Sejak masa para sahabat Rasulullah SAW sampai dengan sekarang, satu Dinar selalu cukup untuk membeli satu ekor kambing. Ini membuktikan hanya Dinar, satu-satunya investasi (mata uang) yang terbukti anti inflasi! 


Ok, mari kita luruskan dahulu apa yang dimaksud dengan dinar ini. Yang dimaksud dengan “Dinar” di sini adalah koin dinar berbahan dasar emas 22 karat dengan berat 4,25 gram yang standarisasinya ditetapkan oleh Umar Bin Khattab. Jangan terkecoh dengan mata uang Dinar Iraq, Dinar Kuwait, Dinar Libya dan sebagainya. Karena dinar tersebut cuma dinar nama atau dinar pelabelan, bukan dinar emas. 


Banyak yang mengira ketika berbicara Dinar, kita bicara tentang emas atau uang emas semata. Padahal ketika bicara Dinar, kita bicara investasi, ekonomi dunia, kebijakan politik, kesejahteaan umat manusia dan segala aspek kehidupan.


Di masa kini bisa dipastikan mereka yang Think Dinar! (berpikir Dinar) akan lebih sejahtera dari mereka yang berpikir investasi dan finansial secara konvensional. Di masa depan akan terbukti, mereka yang Think Dinar! akan menjadi yang selamat dari berbagai permasalahan krisis di masa depan.

Berpikir Dinar atau berpikir emas merupakan solusi finansial yang sangat jitu. Ini berlaku bagi siapa saja. Jika mereka berpikir Dinar mereka akan kaya. Dinar atau emas mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh investasi apapun di dunia. Makanya tidak heran jika ekonomi Islam sebagaimana diajarkan rasulullah SAW dan diterapkan oleh para sahabat, berbasis pada Dinar (emas) dan Dirham (perak).


Dinar tidak akan turun nilainya, dan akan selalu mempunyai nilai. Sebuah kalimat mengatakan, "Sejak masa Rasulullah, nilai Dinar tetap sama, hingga kini Dinar tetap mampu membeli seekor kambing ". Hal ini telah terbukti selama 1400 tahun. Ini membuktikan Dinar adalah investasi yang anti inflasi.

Buku ini akan mengungkap Dinar secara utuh, bukan hanya sebaga alat investasi tapi juga solusi masa kini dan masa depan bagi Anda. Secara lengkap pembaca akan mendapatkan ilustrasi berbagai bentuk investasi dan membandingkannya dengan Dinar.  Anda akan takjub melihat bagaimana Dinar bisa membantu mengatasi solusi masalah Anda (menabung untuk haji, biaya pendidikan, hari tua, bahkan membayar hutang) dan umat manusia secara keseluruhan.

Pernah dengar lagu menabung kan?

Bing beng bang yuk kita ke bank.
Bang bing bung yuk kita nabung
Tang ting Tung hei, jangan dihitung
Tiap bulan tahu-tahu dapat untung

Lagu ini dibuat untuk merangsang anak-anak untuk gemar menabung. Tentu saja tidak ada yang salah dengan menabung, hanya saja jika menabung diindentikan dengan menyimpan uang di bank, pada kenyataannya saat ini tidak tepat lagi dikatakan akan beruntung.

Mendefinisikan ulang arti kata beruntung
Banyak yang menganggap untung berarti kita mendapatkan uang lebih.
Misalnya Anda menabung Rp 1.500.000 lalu tahun depan jadi Rp1.530.000 maka kita mendapat untung sebesar Rp 30.000.
Apakah benar demikian? Mari kita hitung secara bijak.
Kalau misalnya, dengan uang Rp 1.500.000 ini sekarang kita bisa beli beras 10 karung,
lalu tahun depan dengan Rp 1.530.000 kita hanya bisa beli 8 karung beras yang sama,
artinya kita untung atau rugi? Artinya kita rugi 2 karung beras.

Nah kesalahan umum kita adalah mengira mendapat untung karena nilai nominal
(nilai hitungan kita bertambah), padahal keuntungan harusnya dihitung dari daya belinya.
Setiap tahun terjadi inflasi (penurunan nilai uang) rata-rata 10% sedangkan
bunga bank pertahun rata-rata 5 persen, artinya kalau kita menabung di bank setiap tahun sebenarnya daya beli kita turun 5% sekalipun nominalnya naik 5%. Berarti kita rugi karena
daya beli uang kita merosot setiap tahun kalau ditabung dalam bentuk uang.

Uang kita bisa hilang kalau ditabung
Kalau fakta di atas cukup menyakitkan, fakta berikut ini lebih menyakitkan lagi.
Tidak hanya nilai uang kita berkurang, pada nilai tertentu uang kita yang ditabung di bank bahkan bisa hilang dalam arti sesungguhnya.

Dulu bank mengandalkan penghasilan dari bunga atas kredit (pinjaman) yang mereka berikan, kini selain penghasilan dari bunga kredit, bank memaksimalkan pendapatan dari pengelolaan rekening, serta jasa transfer yang bisa dikutip langsung dari nasabah. Setelah krisis moneter 1998, bank-bank di negeri ini menambah pundi penghasilan utamanya dari fee based income (biaya administrasi). Pada saldo tertentu, tabungan kita di bank tidak menghasilkan apa-apa. Bagi hasilnya nol. Saat ini, pada banyak bank, jika saldo dibawah Rp 1 juta maka bunganya nol. Artinya jika kita menyimpan Rp 500 ribu di bank, lalu kita diamkan, maka 4 tahun ke depan uang kita akan menjadi nol. Kenapa? Karena tiap bulan kita dikenakan biaya administrasi Rp 10.000/ bulan dan tidak ada bunga. Jadi sudah tidak tepat lagi kalau dikatakan menabung di bank menguntungkan.

Rubah paradigma kita terhadap konsep menabung dan untung
Untuk keselamatan masa depan kita dan anak-anak kita, kita harus mengubah konsep tentang menabung dan beruntung.
Pertama, menabung harus untung dalam arti hakiki (daya beli meningkat)
Kedua, menabung tidak harus uang.
Ketiga, menabung tidak harus di bank.
Lalu bagaimana konsep menabung yang aman dan menguntungkan?

Solusi finansial dari Islam
Sebagaimana konsep Islam sendiri Rahmatan lil alamin (kesejahteraan bagi sekalian alam - umat manusia dan alam semesta), maka Islam juga menawarkan konsep menabung yang memenuhi seluruh kriteria di atas.
Sejarah membuktikan sejak jaman Rasulullah (abad 7) sampai sekarang (abad 21) satu dinar cukup untuk membeli kambing.

Jawabannya adalah dinar emas.
 
Sekarang bandingkan jika kita menabung dengan dinar emas.
Setiap tahun emas naik rata-rata 20%, jadi kalau misalnya uang Rp 1.500.000 tersebut tidak kita tabung ke bank tapi kita memilih untuk membeli 1 dinar emas senilai Rp 1.500.000 maka besar kemungkinan tahun depan harga 1 dinar emas akan bernilai Rp 1.800.000 dan mempunyai daya beli yang sama atau bahkan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Bahkan dari data statistik terbukti, biaya biaya pergi haji terus menurun dengan hitungan dinar, bila tahun 2000 ONH biasa setara 70 dinar; tahun 2009 setara 20 dinar; maka dalam lima - enam tahun kedepan (2015) ONH biasa dapat diprediksikan berdasarkan statistik hanya akan memerlukan 10 dinar saja.
Nah kembali pada pertanyaan pertama,

Anda mau mencari uang atau mencari untung?
Anda ingin mendapat nominal pada uang kertas yang terlihat sedikit lebih banyak atau
1 dinar yang terlihat nominalnya sama tapi daya belinya semakin lama semakin tinggi?
Jika anda punya kebijakan finansisial Anda tentu tahu jawabannya.

Fakta di atas cukup menyentak orang yang mempunyai paradima finansial yang umum.
Data tersebut bisa Anda temukan pada 3 -4 halaman buku “Think Dinar!”karya Endy J. Kurniawan.
Bayangkan betapa banyak hal baru yang akan Anda temukan di buku setebal 320 halaman ini. Anda akan banyak tersentak membacanya.
Penyusunan buku ini langsung di coaching oleh Isa Alamsyah dan Asma Nadia, sehingga penyajiannya sangat menguras emosi dan daya pikir Anda, membenturkan logika yang selama ini Anda percaya. Memaparkan data-data yang tidak banyak Anda ketahui.
Saya yakin, Anda akan terkaget-kaget melihat betapa banyak fakta yang tidak Anda ketahui selama ini tentang finansial yang diungkap dalam buku “Think Dinar”
Dan yang lebih penting lagi, buku ini akan mengubah cara pandang masa depan finansial Anda, insya Allah, di jamin.
“Kaya hari ini, super kaya di masa depan:” itu motto buku ini.

Buku Think Dinar! yang ditulis oleh Endy J Kurniawan ini akan membuka mata para pembaca betapa mata uang dinar bisa menyelamatkan dunia. Dengan Dinar, mungkin tidak ada lagi spekulan mata uang, tidak ada lagi krisis moneter. Karena semua takarannya adalah emas dan perak (dirham, red). Tapi tentu saja sulit mengubah tatanan ekonomi yang sudah begitu mengakar ini. Karena itu negara manapun yang berani lebih dulu mengadopsi sistem dinar, maka akan menjadi negara yang paling kebal krisis dan inflasi. Misalnya saja Indonesia punya Dinar Indonesia. Tiba tiba mata uang Indonesia dianggap jatuh seperti krisis moneter dahulu. Tidak usah khawatir, jual saja emasnya. Jadi nilai dinar ini tidak akan pernah jatuh.

Hingga saat ini dunia masih akan tetap berhadapan dengan resiko krisis. Negara maju dan kaya walaupun kelihatannya mendukung sistem moneter yang sedang dipakai saat ini, diam diam tengah mempersiapkan diri kalau suatu saat terjadi resesi. Lantas apa yang sedang mereka siapkan ? Emas. Seandainya saja kita berpikir “Dinar”. Tentu kita akan takjub melihat betapa banyak solusi financial yang bisa kita temukan jika kita Think Dinar! 

Buku ini dirancang sedemikian rupa agar mudah dimengerti.
Ini yang membedakan buku ini dengan buku-buku dinar yang saat ini sudah beredar di pasaran.
Anda tidak perlu menjadi sarjana ekonomi untuk mengerti buku ini.
Anda juga tidak perlu jadi ustadz untuk percaya pada konsep dinar.
Buku ini bisa dibaca ibu rumah tangga, anak SMA, atau siapa saja yang ingin mempunyai masa depan lebih baik.
Bahasanya mudah, logikanya mudah dicerna, aplikasinya mudah diterapkan.
Buku yang mengajak Anda sejahtera di dunia, dan akhirat.

Berpikir kaya hari ini dan super kaya di masa depan?
Berpikir untuk menjadi tangan yang memberi dan bukan meminta?
Jawabannya sederhana saja: Think Dinar!



========================
Endorsment:

Saya menyesal terlambat mengetahui konsep Dinar. Seandainya tahu lebih cepat, lebih banyak yang bisa saya lakukan. Tapi tidak ada kata terlambat, juga untuk Anda. Berpikir Dinar, Insya Allah kita akan kebal krisi, kebal inflasi dan kebal resesi. Jadikan Dinar solusi untu masa depan keluarga yang lebih baik. -Asma Nadia (CEO Penerbitan, Penulis 43 buku best seller)-

Emas sebagai alat investasi memang sangat unik. Emas cocok untuk jangka pendek, menengah, sampai panjang. Emas menguntungkan dalam jangka panjang, tapi tetap sangat likuid seperti investasi jangka pendek. Dan investasi emas bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa perlu belajar baca grafik yang ‘njelimet’. Mulai dari orang tua di desa yang menabung untuk pendidikan anaknya dengan emas, petani yang menyimpan cadangan emas, sampai dengan orang kota yang arisan emas. Dan buku ini memberikan penjelasan kenapa saya sangat sarankan Anda untuk mulai investasi pada emas. -Ahmad Gozali (Perencana Keuangan Syariah dan Presiden AG Golden Investment Club)-

Terus terang saya bangga dan sangat senang dengan terbitnya buku Think Dinar ini, melalui buku ini telah bertambah lagi akses masyarakat luas terhadap seluk beluk per-Dinar-an. Melalui penulisan dan pendekatan kreatif penulis, InsyaAllah Dinar akan lebih mudah dipahami dan diaplikasikan di masyarakat. -Muhaimin Iqbal (Penulis Empat Buku Dinar dan Pengelola www.geraiDinar.com)-

Buku ini mengajak kita untuk berpikir bagaimana caranya ”menata ulang” sistem moneter dunia yang saat ini dirasakan sangat tidak adil. Dengan gaya bahasa yang menarik, penulis mampu menyajikan analisa yang sistematis dan ”menggelitik” tentang penerapan sistem mata uang berbasis emas, sebagai pondasi bangunan masa depan perekonomian dunia. -Irfan Syauqi Beik (Ekonom Syariah FEM IPB, Pengasuh Rubrik Klinik Syariah - Bisnis Syariah Republika Online)-

Sebuah "tour de force" dengan kesimpulan yang dahsyat: bahwa investasi pada emas memberikan keuntungan yang lebih (outperform) dibandingkan dengan investasi pada instrumen yang lain. Investasi emas ciptaan Allah adalah bentuk "green investment" dan "back to nature. - Iggi H. Achsien (Praktisi Keuangan dan Investasi Syariah, Komisaris PT Insight Investment Managament)

Untuk tahu pandangan khalayak tentang buku Think Dinar, silakan ke beberapa alternatif channel dibawah ini :
>> Hasil interview media online berbahasa Inggris onislam.net berkedudukan di Mesir, dengan Endy J Kurniawan, dengan judul “Indonesians Go Back to Dirham, Dinar” bisa dibaca selengkapnya disini http://www.onislam.net/english/news/asia-pacific/451253-indonesians-go-back-to-dirham-dinar.html
>> Resensi buku oleh Bisnis Indonesia, scan-nya ada disini : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=501341298971&set=o.37658056779&theater
>> Aplikasi investasi berbasis Think Dinar untuk tabungan pendidikan, di koran online Republika disini : http://koran.republika.co.id/koran/205/128629/Tabungan_Asuransi_Reksa_Dana_atau
>> Resensi dari sudut pandang sendiri mgkn tak terlalu objektif tapi menyeluruh menggambarkan isinya ada disini : http://salmadinar.blogspot.com/2010/12/review-buku-think-dinar-sebuah-kado.html
>> Ulasan2 publik di portal Kompasiana.com :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar